Bambang

Bambang menjamur. Bambang ada di mana-mana.

Mulai dari Bambang Gentolet pemain Srimulat, Bambang Pamungkas striker timnas, Bambang Sudibyo mantan mendiknas yang baru dilengserkan, Pak kapolri Bambang hendarso Danuri sampai sang primadona Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan sebagian besar dekan Univ. Indonesia juga bernama Bambang. Rektor saya dulu di UB Malang juga Bambang, lengkapnya Bambang Guritno. Waktu ribut-ribut “cicak vs buaya” kemarin juga muncul nama Bambang Widjojanto, kuasa hukum cicak KPK.

Sedangkan ini adalah Bambang yang istrinya selebriti; Bambang yang anak buahnya Bambang; Bambang dengan Naluri Lelaki; Bambang yang lagi naik daun karena kasus Bank Century…

Masih ada lagi, Bambang yang ini, ini, ini, ini,….dan di search engine google ada sekitar 6,400,000 hasil telusur untuk Bambang. (0.51 detik).

Dulu waktu masih SD, adik teman main saya juga Bambang. Dan kami waktu itu sering menggunakan Bambang untuk olok-olokan ‘Bambang gentolet klambi abang melet-melet” he e e . Gak terbayang jika itu diucapkan saat ini, saat ketua “partai merah” sedang berpidato dengan klambi abang (baju merah); atau ketika Bos Bambang jumpa pers kita nyanyikan: Bambang gentolet mas Bambang melet-melet… (mau coba..!?.

Dan saya baru tahu beberapa minggu lalu, sebelum menulis ini, bahwa Bambang berarti Satria. Well, ternyata nama bumbu dapur Brambang Bambang punya arti keren: Satria. Bahasa Inggrisnya: Knight. Tapi entah apa bedanya Satria sama Bambang? Jelas Bambang belum tentu seorang Satria, Satria tidak mesti Bambang. Apakah Bambang lebih kuno dari Satria secara ilmu bahasa?. Lalu kira-kira pantes gak ya kalo ada yang bernama Bambang Satria Gentolet misalnya, atau seperti merek motor Satria Bambang F125 cc atau misalnya, misalnya saja, bernama Bambang Satria Nyudonyowo…(hiii.. sereeem…

Bambang sudah menjamur. Bambang di mana-mana.

Tapi negara ini tidak sukses-sukses. Birokrasinya bodoh, korup, dan jahat. Masih jadi bintang korupsi di dunia, masih jadi negara miskiin dengan kekayaan alam melimpah. Meskipun ratusan atau ribuan Bambang memimpin negara ini masih juga kita nomor satu perusakan hutannya, banyak PENGANGGURAN seperti saya, dan anak-anak terlantar. Pembangunan kesehatan dan pendidikan kalah jauh bersaing dengan negara-negara lain, juga tim sepakbolanya yang kalah dan kalah dan kalah,..

Bukan saya menyalahkan Bambang Gentolet atau Bambang lainnya atas ketidakberesan negara ini. Bukankah yang lain juga harus tanggung jawab, misalnya si Budi atau mbak Sri, Pak Bowo atau mas Anggodo, dan kita semua…?

Malah mungkin kita butuh lebih banyak Bambang lagi dan tentu kita butuh lebih banyak Satria lagi — yang bernama Bambang atau bukan. Atau mungkin sudah waktunya butuh Bambang yang lain bukan Bambang “yang itu tuh.. yang selalu jaim dan pidatonya muter-muter ”…..

2 Tanggapan to “Bambang”

  1. Biasanya nama bambang itu lahir sebelum tahun 60an. Kalo ane membayangkan nama bambang itu pria gagah perkasa, dengan kumis mengembang, galak yang dengan tatapan matanya yg tajam menyiratkan sikap ksatri.
    Sekarang itu nama langka. Anak jaman sekarang mana ada yg dinamakan bambang, menandakan nama ini temporen dan trend sesa(a)t. Persis bambang kita satu itu. :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.