Pak SW

Waktu baca tulisan ini saya jadi ingat Pak Sw, yang waktu itu dosen mata kuliah Hukum Administrasi Negara. Saya ikut mata kuliah ini di kelas angkatan yang  lebih muda, karena sudah tertinggal kelas angkatan sendiri. Hanya beberapa  mahasiswa saja yang saya kenali—dan mungkin gak ada yang kenal saya.

Sambil nunggu Pak Sw datang kami bergerombol di luar kelas. Saya ikut gerombolan yang agak jauh dari kelas, dekat tangga—dan sudah kepikiran menuruni tangga dan  pulang. Kenapa dosen harus ditunggu kalo telat dan kenapa mahasiswa harus “menutup pintu dari luar” jika telat?

Tiba-tiba Pak Sw muncul menaiki tangga, seperti biasa, bersama sebatang sigaret.  Sampai di ujung tangga dia langsung melangkah menuju kelas dengan cepat. Gerombolan kami mengikuti sedikit di belakang.

Sambil terus jalan beliau berkata:

“yang pakai sandal gak boleh masuk”

Aduh! Saya yang merasa sebagai satu-satunya tersangka langsung cepat-cepat menyahut:

“lho kenapa Pak?”

“ya itu kan sudah aturannya”

Saya lalu bersemangat membela diri bla bla bla….dan beberapa detik sampailah kami di depan kelas. Sambil nunggu pintu yang dijubeli teman-teman yang mau masuk kelas, sampailah saya pada alasan handal:

“…lha cewek-cewek aja Pakai kaos ketat yang kalau duduk kelihatan punggungnya,  boleh masuk Pak?”

Beliau tersenyum sejenak, menoleh pada saya, sambil terkekeh berkata:

yo iku rejeki”

“ heee ee “ saya ikut tertawa. Dan selamatlah. Saya langsung ikut masuk kelas begitu Pak Sw ini masuk.

Di pertemuan berikutnya, saya masih Pakai sandal di kelas Pak Sw. Tidak ada masalah, sampai ketika beliau menawarkan:

“Ada pertanyaan?”

Kelas keliahatan sepi, gak ada yang angkat tangan. Saya yang tertarik mata kuliah ini langsung angkat tangan. Eh, belum ngomong apa-apa beliau sudah memberi pengumuman:

“yang Pakai sandal tidak boleh bertanya”.

Nasib.

***

Dalam sebuah pertemuan kuliah juga, masih dengan Pak Sw ini juga, beliau pernah cerita tentang aturan larangan memakai sandal dan kaos oblong. Beliau cerita:

Saat di ruang kantornya, beliau didatangi seorang mahasiswi yang hendak konsultasi skripsi. Setelah sebelumnya antri, giliran mahasiswi masuk. Belum sempat duduk beliau bilang:

“Silahkan baca dulu pengumuman di depan pintu”.

Mahasiswi keluar membaca yang di depan pintu: PAKAI KAOS OBLONG DAN SANDAL JEPIT DILARANG MASUK.

Kemudian,

“jadi kaos ini saya copot Pak?” Kata mahasiswi kepada Pak Sw. Heee e, beliau hanya tertawa dan bilang:

“okelah. Satu-kosong”

Dan si cewek boleh berkonsultasi—tentu masih dengan memakai kaosnya.



Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.